prolog

Posted On Sabtu, Februari 23rd, 2008

Comments Dropped 2 responses

“jaman makin tua, agama tidak lagi menjadipedoman hidup, bahkan makin dikesampingkan karena kebanyaka orang hanya mengejar dunia”

Hidup ini hanyalah sebuah proses dimana kita singgah untuk istirahat, menyiapkan bekal yang lebih baik untuk kehidupan yang sebenarnya. Aku lahir 21 tahun yang lalu tepat saat adzan ashar berkumandang. Kelahiran anak bungsu dari 3 bersaudara, anak yang sekarang telah meninggalkan desa dimana aku lahir.

Belajar apa itu dunia selama15 tahun dalam penjara yang namanya sekolah. Dan sekarang, aku sedang mencari apa dunia apa sebenarnya dunia ini. Bagaimana dunia yang sebenarnya, apa itu kesedihan, kesenangan, teman, caci maki, dan semua hiasan indah pengisi waktu istirahatku ini.

Saat kutemukan cinta, ternyata cinta adalah hal yang sangat mengerikan. Saat kita mengira cinta begitu indah, ternyata saat itu cinta dapat menjadi sebuah kesedihan yang begitu mendalam.

Saat aku mendapatkan musuh, ternyata saat itu pula aku mendapatkan seorang sahabat yang benar-benar hebat.

Saat aku menemukan putih, ada kalanya hitam ternyata lebih menyenangkan!

Yah, didunia tempat kita “istirahat” minum kopi ini, begitu banyak hal yang terjadi, begitu banyak hal yang bisa kita ambil, tapi semoga Allah selalu memberikan anak yang lahir 21 tahun lalu, di sleman, yang diberi naMa Ashari Priyanto yang terbaik untuk bekal ‘MENYONGSONG KEABADIAN’.

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

2 Responses to “ prolog ”

  1. ndoro kakung

    yeah, you rock … :D

  2. antobilang

    welkam…

Respond now.